Balik Bandung...!
Oleh : Rakoes (Rakhmat Koes/Wartawan visitbandung.net)
Istilah "Balik Bandung" mungkin sangat akrab bagi orang Bandung, khususnya para pecinta sepak bola. Sebut saja Persib sebuah tim sepak bola kesayangan orang Bandung yang namanya tentu sudah meroket di Asia dan kancah Nasional. Beberapa kali menjadi juara perserikatan dan pada Liga Indonesia I meraih juara utama dengan menggaet piala baru yang belum tersentuh tim manapun di Indonesia. "Balik Bandung" itu sendiri merupakan sebuah metafor atas tendangan ke arah gawang untuk mencetak gol
dengan gaya salto atau tendangan melayang jungkir balik oleh para pemain persib.
Maka dengan gaya terbalik seperti itu munculah sebutan "Balik Bandung".
Dalam obrolan kali ini tentu kita tidak akan membahas soal "balik bandung" gaya Ajat Sudrajat sang legenda Persib itu, tapi lebih kepada sebuah kerinduan para pelancong yang hilir mudik balik (ke) Bandung.
Sejak lama kota yang katanya kota kembang ini selalu menjadi transetter bagi siapa pun yang memang haus akan hiburan dan gaya hidup, juga bagi sebuah kedamaian. Mungkin Bandung memang diseting sedemikian rupa untuk menjadi "Hedon city" sejak dulu kala.Bahkan para tuan dan none dari Netherland selalu merasakan Bandung layaknya di eropa, dan muncullah sebutan Parisj Van Java yang legendaris itu.
Sebelum kedatangan Jepang, Tuan dan None Belanda kerap menghabiskan malam-malammereka di cafe-cafe seputaran Jl. Braga, lalu menghabiskan siang-siang mereka untukmelancong ke vila-vila seputaran bandung disamping berpamer ria soal fashion atau kendaraan baru mereka. Belum lagi banyaknya taman yang berbunga di kota Bandung ini membuat asmara mereka pun bersemi di Bandung.
Setelah seabad lebih keberadaan tuan dan none dari eropa menghangatkan Bandung, dan setelah hampir 60 tahun Bandung selatan menjadi lautan api, ternyata hangatnya euphoria manusia Bandung masih juga terasa di Dunia. dan masih tetap saja Bandung menjadi "cikal bakal" sesuatu yang kelak menjadi pusat perhatian Dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.
Sehingga udara Bandung yang sejuk kini sedikit hangat akan aura manusia yang terus menitiskan "kakaryaan" bagi Bandung. Dan kini Bandung masih jua menjadi transetter bagi sebuah pertumbuhan menuju post modern. setiap weekend menjelang jalanan di pusat kota Bandung hingga Bandung coret layaknya ibu kota Jakarta pada hari kerja.
Plat nomor akan sangat beragam saling antre menelusiri Bandung seutuhnya. Dan pada akhir minggu di minggu berikutnya hal tersebut akan terulang lagi bagai sebuah siklus yang terus mencari sebuah jawaban atas 'misteri' yang terus bermunculan di Bandung. Tentunya mereka yang setia dari jauh mendatangi Bandung akan terus bertanya-tanya "esok lusa apa lagi yang akan ada di Bandung?"
Fantastis memang mengikuti gejolak Bandung yang terus berpacu dengan waktu menyuguhkan kepuasan untuk sebuah kerinduan. Belum sampai sepuluh tahun yang lalu anak-anak muda Bandung yang notabene-nya Mahasiswa kreatif memadati setiap trotoar yang ada di jalan Dago (Jl. Ir. H. Juanda) dengan Kafe tenda dadakan yang hadir setiap malam minggu dan ada juga yang hadir setiap malam, yang mereka hidangkan adalah menu yang sangat beragam dan kemudian para anak muda yang asal muasalnya
mendirikan kafe tenda tersebut hanya untuk survive dan sekedar mengisi kekosongan malam setelah kuliah mendapat untung besar. Yang akhirnya kafe tenda pun meluas dan mem-booming di Nusantara. Belum habis juga usaha mahasiswa membuat kafe tenda pinggir jalan, anak-anak urakan asal Bandung yang terkenal penuh kreativitas kembali membuat sebuah gebrakan di jalur fashion, dan tercetuslah sebuah moto anak muda Bandung : Support your local !. Jika waktu itu banyak kalangan muda-mudi Indonesia
kegandrungan fashion bermerk luar negeri, maka anak muda Bandung mulai bangga dengan fashion
produk lokal karya teman sebaya mereka yang mengusung desain yang unik dan menarik, tempat sekedar menjajakan hasil eksperimennya itu mereka namakan 'Distro' atau kelak berkembang istilah 'Clothing'. Begitu pun dengan munculnya FO atau Factory Outlet yang menjamur se-bandung sehingga membuat para ponggawa pemerintahan harus rapat setiap harinya untuk sekedar mengguratkan peraturan No. II / 2004 mengenai Rancangan Tata Ruang Wilayah kota Bandung.
Dari semua produk yang lahir di Bandung yang kemudian menjadi transetter itu, hampir selalu menjadi discurse bagi manusia indonesia dan membuat mereka penasaran akan Bandung dan selalu menantikan kebaruan-kebaruan yang akan terlahir di Bandung.
Sebab itulah Visitors mengapa manusia Indonesia selalu beramai-ramai memadatiBandung, dan terjawablah sudah mengapa mereka balik (ke) Bandung. mungkin premissenya adalah bahwa mereka tidak ingin ketinggalan mode dunia, dan mereka ingin berbelanja dengan harga yang murah. Maka, Ayo Balik (ke) Bandung.
Selamat datang di Bandung yang selalu menanti mu dengan sesuatu yang anda mau.
Rakoes
1staid for bandung
bandungbarubaruini